“Hampir setiap minggu, saya pasti di Kei Besar, kecuali saya melaksanakan tugas keluar daerah. Ini bukti komitmen saya kepada Pulau Kei Besar yang tinggi. Saya mencintai Kei Besar, sama seperti saya mencintai orang tua dan leluhur saya yang berasal dari Pulau Kei Besar ini,” tukasnya.
“Dengan keterbatasan anggaran daerah yang kita miliki, saya menjadi saksi hidup bersama beberapa staf, kami masuk dan keluar dari pintu-pintu kementerian untuk dapatkan anggaran untuk membangun daerah ini
khususnya di Pulau Kei Besar. Alhamdulillah pintu itu selalu terbuka. Saya percaya, itu dapat karena ketulusan hati kami dan doa dari seluruh masyarakat, khususnya Masyarakat di Pulau Kei Besar,” sambungnya.
Hanubun bilang, 14 hari lagi dirinya akan mengakhiri masa jabatan sebagai bupati, tetapi dia masih punya suara untuk menitip pesan bagi penjabat bupati nanti, untuk tetap memperhatikan Pulau Kei Besar.
“Kalau Tuhan dan Leluhur serta saudara-saudara menghendaki, mungkin saya Kembali diberi kesempatan untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai untuk Pulau Kei Besar,” ucap Hanubun..
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mau berpesan kepada saudara-saudara semua, bahwa kita akan segera memasuki masa-masa Pemilu yang tentu akan banyak kepentingan dan benturan yang mungkin saja bisa terjadi. Saya berharap, saudara-saudara tetap menjaga stabilitas keamanan. Kedepankan Ain Fangnan Ain. Ingat selalu pada falsafah hidup kita Orang Kei. Manut Ain Mehe Tilur, Vuut Ain Mehe Ngifun. Jangan mau diprovokasi. Jangan mau dicecoki oleh kebencian. Silahkan kita berbeda pendapat atau pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga,” sambungnya.









