Hanubun menambahkan, akhir-akhir ini, masyarakat dihadapkan dengan berbagai isu politik bahkan dikait-kaitkan dengan isu agama. Lantaran itu, dia mengingatkan masyarakat agar jangan mau dipecah-belah.
“Kita berdosa, kalau mengatasnamakan agama untuk kepentingan untuk berkuasa. Saya pernah menjadi korban atas isu-isu seperti ini, tetapi lihatlah faktanya, tidak seperti yang mereka isukan,” kata Hanubun.
“Karena darah yang mengalir dalam tubuhmu, adalah darah yang mengalir juga dalam tubuhku. Kita boleh berbeda agama, tetapi persaudaraan itu abadi dan tidak dapat terhapuskan,” imbuhnya.
Kedua: Jaga semua Fasilitas dan Infrastruktur yang telah dibangun oleh Pemerintah. Jangan dirusak, apalagi hanya karena berbeda pilihan politik, lalu fasilitas umum dirusak atau disasi. Maluku Tenggara tidak akan maju-maju, kalau kita mempertahankan perilaku seperti itu.
Ketiga: Bagi seluruh penyelenggara pemerintahan dari kecamatan
Berpeganglah pada aturan yang berlaku. dalam menghadapi Pemilu nanti, bekerjalah secara profesional. Jangan jadi tim sukses. lebih baik fokus untuk melayani rakyat.
“Sebelum mengakhiri sambutan ini, Saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,









