“Inilah wajah sejati Kota Masohi, kota yang plural, terbuka, dan hidup dalam semangat persaudaraan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ozan juga mengutip pesan Presiden Soekarno saat meresmikan Kota Masohi pada 3 November 1957, bahwa Masohi adalah lambang gotong royong, tempat rakyat bekerja bersama untuk kemakmuran bersama.
“Semangat itu harus kita jaga dan hidupkan terus dalam setiap langkah pembangunan di daerah ini,” imbuhnya.
Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Rakyat
Lebih lanjut, Bupati Ozan berharap pameran yang berlangsung selama tiga hari ini dapat memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri.
“Ketika budaya dan ekonomi rakyat berpadu, maka lahirlah pembangunan yang berkarakter — pembangunan yang tidak tercerabut dari akar budaya kita sendiri,” tutur Ozan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Kolaborasi ini mencerminkan semangat Masohi yang sesungguhnya — bekerja bersama, gotong royong, yang menjadi jiwa berdirinya Kota Masohi,” pungkas Bupati Ozan. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









