Ancaman para intelektual publik yang berpikir serius saat ini bukan lagi kekuasaan negara atau politisi. Saingan terberat dari intelektual publik saat ini adalah kekuatan massa dari cara berpikir instan yang self-centered dan narsistik. Dibalik kekuatan massa ini ada kekuatan oligarkis yang memiliki kemampuan memanipulasi yang sangat besar.
Dunia ini rumit. Memahaminya tidak semudah membaca bahan-bahan dari internet. Diperlukan metodologi untuk mengumpulkan informasi (data) dan memverifikasinya. Juga diperlukan keahlian untuk menafsirkannya serta meletakkannya dalam konteks.
Dalam hal inilah, saya kira, kita sangat memerlukan intelektual publik macam Daniel Dhakidae. Yang berpikir secara mendalam dan secara hati-hati menafsirkan keadaan sosial dalam masyarakatnya. Yang rela mengasah diri dan menghabiskan umur untuk menelusuri teks-teks akademis hingga mencapai keahlian tertentu.
Saya mengibaratkan Daniel Dhakidae sebagai seorang pandai besi. Tidak akan mungkin tercipta pisau yang tajam, kuat, elegan, dan indah tanpa ada keahlian dibaliknya. Keahlian itu tidak bisa didapat secara instan. Dia diperoleh dengan cara mengasah ketrampilan, mencoba dan gagal, menemukan cara terbaik untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik.









