Dari Fola Wonge Ke Fola Sufi

oleh -156 views

Oleh: Moksen Idris Sirfefa, Alumni IAIN Ternate Tinggal di Jakarta

Tiba-tiba saya berpikir tentang pentingnya membangun komunitas spiritual yang berbasis pada kearifan lokal. Tetapi saya butuh waktu dan banyak referensi untuk membicarakan hal ini. Seperti apakah wujud dari komunitas spiritual seperti itu di tengah arus materialisme dan hedonisme dunia yang begitu kencang.

Secara geneologi, Islam yang masuk di bumi Moloku Kie Raha (MKR) adalah Islam yang bercorak mistik. Orang-orang MKR memandang corak Islam ini inline dengan pandangan dunia mereka tentang Tuhan, alam dan manusia. Hal itu dapat kita temukan dalam tradisi (sastra) lisan berupa tamsil, dorobilolo, dalil tifa dan dalil moro yang sarat dengan isyarat (alegori), nukat (aforisme mistik) dan hikayat (anekdot).

Baca Juga  Pertahanan AS Makin Rapuh Akibat Perang Iran

Khazanah spiritual yang luar biasa kaya ini menjadi warisan masa lalu yang bernasib tragis di masa belakangnya. Tatkala generasi baru di daerah itu memasuki masa kehidupan moderen, kearifan masa lalu itu makin kehilangan bekasnya. Generasi belakang hanya mengenal ilmu pengetahuan dan kewajiban agama sebagai dampak peradaban sekolah. Sementara kesadaran tentang jalan spiritual ( tharîqah) yang berkembang di masa lalu hanya diminati segelintir anak muda dalam obrolan lepas rumah kopi.