Dari Fola Wonge Ke Fola Sufi

oleh -156 views

Bisakah kita membangun obsesi gila ini di era kini? Pertanyaan berikut, jika komunitas 4.0 ( internet is things) menjadikan perangkat teknologi informasi sebagai kebutuhan paling mendasar untuk meraih kemajuan, bisakah perangkat sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif digunakan sebagai instrumen membentuk komunitas spiritual dengan zawiyah virtual? Jawabnya bisa iya bisa tidak. Iya, karena norma atau aturan hidup dan berperilaku bahkan tatacara ibadah dapat diakses lewat teknologi media informasi. Sedangkan tidak, karena — seperti keadaban dalam dunia Tashawuf — keberadaan seorang pembimbing ( mursyid) secara fisik adalah paling utama. Sebab transfer pengetahuan antara seorang mursyid dan murid dapat terjadi lewat pencerapan langsung huruf dan kalimat serta gestur sang mursyid. Terkadang penyajian makanan kecil (cemilan) dan minuman tertentu dari sang mursyid kepada para muridnya menjadi media transfer ilmu. Bahkan dalam kasus tertentu, bau badan sang mursyid menjadi incaran para murid. Kisah Ukasyah bin Mihshan, dimana dengan alasan cerdasnya ia berhasil memeluk tubuh Rasulullah S.a.w adalah contoh dari tradisi mistik ini. Itu sebabnya, pusat peradaban Tashawuf itu harus dibangun dalam wujud fisik bukan virtual. Mengapa?