Dari Fola Wonge Ke Fola Sufi

oleh -157 views

Di dunia Arab (terutama di Afrika Utara, Maghribi), khanqah dikenal sebagai sebuah zāwiyah (bahasa Arab: زاویه‎, jamak zāwiyāt; juga dieja zawiya, zāwiya atau zaouia). Di Turki, Iran, dan bekas wilayah Kesultanan Utsmaniyah (seperti Albania dan Bosnia), bangunan ini disebut tekije (تكيه; juga dieja tekke, tekyeh, teqe atau takiyah). Di Asia Selatan, istilah khanqah dan dargah mengacu kepada tempat suci Sufi.

Khanqah dapat ditemui di seluruh dunia Islam, dari Maroko hingga Indonesia. Namun untuk Indonesia, tidak terdapat istilah baku untuk tempat penggemblengan spiritual ala khaniqah, zawiyah atau ribat tersebut. Istilah padepokan yang kemudian berkembang menjadi pesantren pada awalnya mungkin sebuah khanaqah atau zawiyah, yang terpapar lingkungan duniawi berubah menjadi pesantren yang mengajarkan ilmu keduniaan. Tetapi bisa jadi, dunia pemujaan roh gaib di negeri MKR yang kita kenal dengan sebutan Fola Wonge adalah khanaqah atau zawiyah pra Islam. Institusi ini bisa ditransformasikan menjadi Fola Sufi, tempat penggemblengan spiritualitas Islam. Tetapi bagaimana membangun kembali tradisi masa lalu dan mentransformasi institusi Fola Wonge ke dalam institusi Fola Sufi dengan segala tata cara ritusnya membutuhkan usaha yang tidak gampang.