Dari Rahim Ikan Fufu dan Puisi-puisi lain Mansyur Armain

oleh -10 Dilihat

Pada tubuh yang resah, kini selalu mengadu segala cinta
lalu saling mendua sesakali pantang mundur
sebelum meminta tunduk lebih ramah, walau agak lama menaruh amanah
kini, wajah kekasih lalai membuang luka lara di tanah pusaka
nyaris membunuh budi se bahasa
padahal cakalele berguman, kita tak luput dari saksi sejarah
bahwa pala-cengkeh merupai moyang-moyang
yang setia merawat hidup atas kemurkaan penjajah

Antara tanjung moronopo atau gunung Wato-wato
kisah tua dari Halmahera di Timur berebut kuasa atas nama kekuasaan
masuk bertarung demi hasil alam bagi kepentingan
dari siapa, untuk siapa, dan oleh siapa
cuma belajar telanjangi hutan hingga wajah perempuan kehilangan tanah dan saudara

Baca Juga  Reses di Bentas, Rimaniar Julindra Janji Kawal Aspirasi Warga: Dari Lampu Jalan hingga Air Bersih

Rampas harga diri, datang membawa duka cemarkan sungai di goa bokimaruru
hingga disuruh tinggalkan lahan karena alasan tandatangan kosong
bahwa itu sah secara defacto, tetapi dejure dianggap syarat terpenuhi
mesti begitu, sekarang tinggal tunggu banjir
adat diperokosa
budaya disita dan direkayasa di ruang tamu

Gunung digusur
pohon ditebang
ranting patah dan berdarah pada setiap perlawanan
ketika orang-orang kehabisan etika berkawan
pela-pelan masuk melindungi kaum pemodal yang miskin moral

Esok, siapa lagi yang kita sebut kenangan
cita-cita apa paling murka di tengah Halmahera
setelah mulut para pembela hutan menyusup masuk ke jantung alam
maka sepantasnya, apa mesti engkau biarkan ayah-ibu mati tertindas batubara

No More Posts Available.

No more pages to load.