Porostimur.com, Ambon – Puluhan sopir yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Maluku dikawal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendatangi gedung DPRD Maluku, Selasa (5/9/2023).
Puluhan supir truk ini telah melakukan aksi mogok selama dua hari sabagai protes terhadap perlakuan semena-mena aparat Polres Buru terhadap rekan-rekannya.
Mereka menuding Polres Buru tidak manusiawi saat menggelar operasi dan menahan empat mobil truk atas tudingan membawa barang ilegal, sudah sebulan lamanya.
Kahadiran para sopir dan pengusaha truk itu di rumah rakyat, langsung diterima Komisi III DPRD Maluku.
Di hadapan para wakil rakyat, Ketua APTRINDO Maluku Andre Aipassa, mengatakan, sudah hampir dua bulan terakhir sweeping dilakukan aparat kepolisian Polres Buru.
“Setiap Ferry masuk pelabuhan Namlea pada pagi hari pasti ada sweeping, apalagi tindakan injak barang dan bongkar sana sini, menurut saya agak anarkis,” bebernya.
Aipassa bilang, pihaknya menyikapi dengan positif dan berpikir hal itu merupakan tugas aparat kemanan, namun jika tujuan sweeping untuk menghalau barang berbahaya masuk ke area Gunung Botak, kan lebih efektif menutup gunung botak.
“Kita memang terlibat dalam proses pengangkutan, namun legal tidak legal ini kita tidak tahu, jika dinyatakan ilegal kita merasa seolah dijebak,” tukasnya.









