Di Tengah Api Perang: Mojtaba Khamenei dan Nubuat Politik Sang Ayah

oleh -853 views

Bagi sebagian pengamat, hal ini memunculkan kritik tentang kecenderungan dinasti dalam sistem teokrasi Iran. Tetapi bagi para pendukung garis keras revolusi di Teheran, persoalannya bukan soal garis keluarga, melainkan soal kesinambungan ideologi dan arah politik negara.

Di sinilah ungkapan Ali Khamenei tentang pemimpin yang “dibenci musuh” sering kembali disebut. Dalam berbagai kesempatan, ia pernah menegaskan bahwa ukuran seorang pemimpin Iran bukanlah penerimaan dari Barat, melainkan keteguhan untuk berdiri berhadapan dengan mereka.

Dalam logika politik Republik Islam, permusuhan Washington atau Tel Aviv justru sering dibaca sebagai tanda bahwa seseorang berada di jalur revolusi.

Pemilihan Mojtaba Khamenei terasa selaras dengan logika itu. Bahkan sebelum namanya resmi ditetapkan, tokoh-tokoh politik Barat sudah lebih dahulu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kemungkinan suksesi tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk di antara figur yang secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran.

Baca Juga  Kemendagri Gelar Rakor Pengendalian Inflasi 2026 dan Luncurkan Bahan Ajar Anti Korupsi

Di Teheran, sikap semacam itu justru sering dipandang dari sudut yang berbeda. Ketidaksukaan Washington bukan dianggap sebagai peringatan, melainkan sebagai semacam konfirmasi.
Jika musuh membencinya, maka ia mungkin memang orang yang tepat.

No More Posts Available.

No more pages to load.