Dianiaya saat ke pesta, warga Kampung Oihu akhirnya meninggal dunia

oleh -78 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kondisi Kota Ambon kembali mulai diguncang dengan isu menyesatkan, pasca meninggalnya karyawan Matahari ACC, Salim Sudin alias Bang Sam (29).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh kepolisian, menyebutkan Bang Sam yang berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Jasa Raharja (Kampung Oihu), sebelumnya menghadiri hajatan/pesta bersama teman-temannya yang digelar di Lorong Coker Kudamati, Sabtu (12/1) malam.

Namun, di sekitar lokasi pesta tersebut terjadi insiden penganiayaan, tepatnya Minggu (13/1), sekitar pukul 04.30 Wit.

Bang Sam sendiri sempat pulang ke rumahnya namun dilarikan ke RSUD Haulussy Ambon karena sudah tak sadarkan diri dan mulai dirawat sejak Senin (14/1).

Sayangnya, Bang Sam yang dirawat di bagian Radiologi akibat pendarah otak ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (17/1), sekitar pukul 16.55 Wit dan disemayamkan ke rumah ayah almarhum, Opan, di Kampung Oihu.

Baca Juga  Halbar Kirim 212 Ton Produk Perikanan dan 873 Ton kopra ke Surabaya

Pihak kepolisian juga membenarkan bahwa pada saat ini pelaku penganiayaan dengan menggunakan benda keras yang disinyalir beraliaskan Sigen dan beralamatkan Kudamati, Latta dan Passo, kini masih dalam pencarian.

Apalagi, pihak keluarga Bang Sam juga sudah membuat Laporan Polisi dengan NOMOR : LP/42/I/2019/MALUKU/RES AMBON, Selasa (15/1).

Situasi di rumah duka keluarga Bang San sendiri, Kamis (17/1) malam sangat ramai dikunjungi keluarga, sanak saudara dan teman-teman.

Pihak kepolisian juga membenarkan sedang mengupayakan pengamanan terbuka dan tertutup di rumah duka, dengan maksud megantisipasi upaya pihak ketiga memprovokasi keluarga korban untuk melakukan aksi balasan yang bisa berujung pada terganggunya kamtibmas.

Terlebih, pada Kamis (17/1) malam itu isu yang berkembang bahwa apabila pelaku tidak diketemukan secepatnya, maka warga akan melakukan aksi balas dendam dengan cara melakukan palang jalan atau aksi-aksi anarkis lainnya yang dikhawatirkan akan berhujung pada gangguan kamtibmas.

Baca Juga  Bawaslu Malut Ajak Warga Taliabu Perangi Politik Uang dan Isu SARA

Apalagi, informasi yang diterima warga Waihaong dan beredar dalam masyarakat bahwa warga Muslim meninggal akibat dipukul warga Nasrani.

Begitupun informasi yang berhasil dikumpulkan aparat kepolisian dari salah satu warga Waihaong yang merupakan kerabat korban, bahwa masyarakat di Waihaong akan melakukan aksi balasan.

Mengantsipasi merebaknya isu yang semakin menjadi-jadi, aparat kepolisian juga memonitor langsung rumah duka dan keluarga korban maupun di daerah Wahaong.

Terlebih, sebagian masyarakat tidak tahu tentang kronologis awal kejadian.

Selain itu, aparat kepolisian meminta masyarakat tidak menggunakan emosi dan main hakim sendiri, tetapi memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian menuntaskan kasus dimaksud. (keket)