Panglima TNI serukan netralitas TNI dan PNS TNI

oleh -48 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Semakin banyaknya isu yang bermunculan menjelang puncak pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April 2019 nanti, bakalan memberikan dampak terhadap situasi dan kondisi dalam masyarakat.

Karena itu, selaku punggawa keamanan di Indonesia seluruh prajurit TNI dan PNS TNI dihimbau untuk tidak terpengaruh dengan isu yang merebak.

Terlebih, baik prajurit TNI maupun PNS TNI diharuskan berpegang teguh pada netralitas, demi mewujudkan kekondusifan pelaksanaan even politik dimaksud.

Hal ini ditegaskan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI/Pattimura, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, dalam upacara tanggal 17-an, di Lapangan Upacara Makodam XVI/Pattimura-Ambon, Kamis (17/1).

Link Banner

”Saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Baca Juga  Mendekap Patahan Rindu

Rilis berita yang diterima wartawan dari Penerangan Kodam (Pendam) XVI/Pasttimura menyebutkan upacara ini diikuti oleh para Asisten, Kabalak, Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS jajaran Kodam XVI/Pattimura.

Dalam kesempatan ini, Pabandya Wanwil Sterdam XVI/Pattimura, Letkol (Arh) Untung Widagdo, bertindak selaku Komandan Upacara.

Para hadirin pun dihimbaunya untuk melihat sejenak ke belakang selama tahun 2018.

Dimana, dalam selang tahun dimaksud kesiapsiagaan dan kemampuan serta pengabdian TNI sebagai alat Negara, khususnya dalam menghadapi berbagai peristiwa.

”Mulai dari Pilkada serentak 2018 berhasil dilaksanakan dengan aman, penanggulangan bencana gempa di Lombok, Tsunami Palu, mengamankan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang,  pengamanan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali, penanggulangan bencana kemanusiaan di Kabupaten Asmat-Papua dan suku Mausu Ane-Maluku, termasuk evakuasi dan pencarian Lion Air JT-610. Selanjutnya TNI juga mengatasi kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga-Papua, yang  telah membunuh secara keji puluhan masyarakat sipil yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan dan mengakibatkan gugurnya 1 orang prajurit TNI. Pada misi perdamaian dunia, kita berhasil menempatkan diri pada posisi 7 dunia sebagai negara kontributor pasukan perdamaian PBB. Terdapat 8 misi PBB dimana prajurit TNI bertugas dalam berbagai posisi, termasuk di antaranya 75 orang wanita TNI. Dengan demikian telah terdapat 41.810 personel TNI yang telah bertugas di bawah bendera  PBB sejak tahun 1957,” jelasnya.

Baca Juga  Quraish Shihab: Di dalam Al-Quran, Ada Ucapan Selamat Natal

Baik prajurit TNI maupun PNS TNI, diharapkannya selalu memonitor perkembangan situasi di wilayah masing-masing.

Dimana, kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI dan selurub perangkat pendukungnya.

Menurutnya, ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat diatasi.

Begitupun kesiapsiagaan menangani dan menanggulangi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Ditambahkannya, selaku prajurit TNi maupun PNS TNI, diharuskan memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam, mengingat kondisi geografis Indonesia.

”Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokoknya, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat. TNI adalah bagian dari rakyat, dan kemanunggalan TNI dan rakyat adalah marwah NKRI sejak negeri ini berdiri,” pungkasnya. (keket)