“Itu kan untuk kegiatan fisik pembuatan deker di desa. Dan proses pengerjaan telah selesai dan anggaran tersebut untuk kasih pulang bayar utang material toko tapi orang bank bilang so cair padahal dia punya doi (uang red) tidak kami terima,” pungkas Sudarmin. (Fadli Naser)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











