“Maluku pernah dilanda konflik yang berkepanjangan, tetapi ketika kita sadar bahwa konflik tidak menguntungan dan kita berdamai, maka Maluku saat ini menjadi laboratorium perdamaian” tutur rektor
Rektor berharap, melalui kuliah umum ini, mahasiswa harus memiliki pemikiran yang brilian dan mampu menebarkan nilai-nilai perdamaian agar Maluku dan Indonesia tetap aman dan mahasiswa menjadi pionir yang dihargai karena mampu menjadi berkat di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19. (nur)









