Ada 33 ribu guru, khusus untuk alumni Bahasa Indonesia. Belum termasuk honor. Kalau untuk FKIP, sejak 1983, ada 11.146 orang. Kalau sejak 1963, maka 45 ribu tambah 11.146, dan semuanya tersebar seluruh Indonesia.
Dia berharap, mahasiswa saat ini, lebih giat untuk menunjukan kualitas. Bukan saja menjadi seorang guru, tetapi dapat bekerja dimana saja. Kata dia, Prodi ini bisa memiliki kompetensi utama, yakni guru profesional.
“Jika 16 Prodi dapat membenahi diri, maka kita bisa memperbaiki kualitas. Baik akademik, penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan berdasarkan Dharma Perguruan Tinggi,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Program Study Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, Dr. Heppy Lelapary, mengatakan, Dies Natalis ke 37 ini dimulai dengan seminar nasional, kemudian temu alumni seluruh Indonesia.
Kita berharap organisasi alumni ini dapat berperan, karena itu penting untuk proses akreditasi program study. Kemudian acara puncaknya hari ini, yang diisi dengan orasi ilmiah dari Dr. Iwan Rumalea yang menawarkan sebuah konsep pembelajaran masa depan untuk blBahasa dan Sastra Indonesia,” tuturnya.
Dengan itu, kata dia, menjadi harapan adalah segera berbenah agar bisa ada pada posisi akreditasi unggul. Yang mana saat ini, masih berada pada posisi B.










