Dinamit itu Meledak Lagi..

oleh -133 views

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pengamat Sepakbola

Indra Sjafri, pelatih Garuda Muda dengan banyak catatan juara itu pernah melontarkan sebuah adigium menarik. “Semangat Menolak Menyerah”. Kalimat ini tercetus begitu saja untuk menggambarkan bagaimana sang pelatih harus berkeliling dari kampung ke kampung nyaris ke seluruh pelosok negeri untuk mendapatkan sebelas pemain terbaik. Banyak tantangan dan semuanya di jalani dengan semangat menolak menyerah itu. Hasilnya sungguh dahsyat. Ilham Udin Armaiyn dkk sukses juara AFF U-19. Setahun setelah itu, Garuda Muda sukses membungkam Korea Selatan dalam penyisihan Piala Asia. Skuad yang sama juga dibawa Indra menjuarai AFF U-22. Belakangan, “Semangat Menolak Menyerah” jadi slogan pembinaan pemain usia muda. Bergema dimana-mana.

Baca Juga  Gugur Saat Selamatkan Pelajar, Polres Tual Lepas Jenazah Briptu Risyhant Tutupoho ke Ambon dengan Upacara Kehormatan

Semangat menolak menyerah dalam level yang lebih tinggi dipertontonkan Denmark dinihari tadi. Setelah melalui dua pertandingan awal di fase grup, Denmark seperti terkungkung “kesialan”. Di partai pertama, bermain di hadapan ribuan fans, Denmark kalah secara dramatis dari tim pendatang baru, Finlandia. Bermula saat bintang mereka, Christian Eriksen terkapar tak sadar diri. Seisi stadion menangis. Tak ada lagi batas persaingan antara pemain dan suporter kedua tim. Doa dan harapan diletupkan bersamaan. Nyawa Eriksen selamat oleh “Tangan Tuhan” Simon Kjaer, sang kapten yang heroik.