“Melalui Gerakan Orang Tua Asuh ini, kita dapat memastikan pemenuhan intervensi gizi spesifik secara langsung di tingkat keluarga demi melahirkan generasi masa depan Halbar yang sehat dan unggul,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, tiga pejabat struktural secara resmi mengambil peran sebagai orang tua asuh.
Untuk ibu hamil, pendampingan diberikan oleh Kapolsek Sahu Iptu Jefri Wodjur, SH. Ia bertanggung jawab mendukung pemantauan kesehatan ibu dan janin hingga proses persalinan.
Sementara itu, Camat Sahu Oktofianus Doge menjadi orang tua asuh bagi balita pertama. Balita kedua mendapat pendampingan dari Camat Sahu Timur Josep Budo.
Bantuan Pangan untuk Perkuat Asupan Gizi
Selain pendampingan, para orang tua asuh bersama Dinas P2KB dan Puskesmas Sahu turut menyalurkan paket bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Paket tersebut berisi sejumlah bahan pangan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein dan mikronutrien, di antaranya beras, telur ayam, susu pertumbuhan, susu untuk ibu hamil, minyak kelapa, dan gula pasir.
Eklesia mengatakan pemberian paket nutrisi tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki asupan gizi balita sekaligus mendukung kesehatan ibu hamil.
“Pemberian paket nutrisi ini diharapkan dapat memberikan dampak instan terhadap perbaikan gizi para balita serta mendukung kesehatan ibu hamil di Desa Taraudu demi mencegah risiko stunting sejak dini,” tandasnya.











