Oleh: Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik
“Watak Washington selalu ingin menciptakan ketergantungan dari negara lain terhadapnya, oleh karena itu jangan terlalu percaya dengan AS.” (Amien Rais)
Amerika Serikat selama lebih dari satu abad dipandang sebagai pusat peradaban modern, ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta klaim kepemimpinan moral dalam demokrasi liberal. Namun kepemimpinan Donald J. Trump—terutama dalam periode terbarunya—menunjukkan merosotnya peradaban politik Amerika.
Sejak Perang Dunia II, Amerika Serikat memposisikan diri sebagai leader of the free world, penjaga tatanan internasional liberal yang berbasis hukum, multilateralisme, dan institusi global (Ikenberry, 2011). Namun dalam satu dekade terakhir, banyak ilmuwan politik mencatat terjadinya democratic backsliding di Amerika Serikat (Levitsky & Ziblatt, 2018).
Donald Trump muncul sebagai figur sentral dalam fenomena ini. Retorika America First, penolakan terhadap norma internasional, serta kecenderungan menggunakan kekuatan militer dan tekanan ekonomi secara unilateral telah menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah Amerika di bawah Trump sedang mundur dari peradaban politik modern menuju imperialisme gaya lama?








