DPRD Maluku dan Unpatti Gelar FGD Bahas Dampak Logam Berat di Pulau Buru dan Seram

oleh -77 views

Porostimur.com, Ambon – DPRD Provinsi Maluku menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas bahaya logam berat seperti merkuri dan sianida terhadap manusia dan lingkungan hidup, khususnya di Pulau Buru dan Pulau Seram.

Diskusi ini berlangsung di ruang pertemuan lantai V Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (21/7/2025), dan dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, para pimpinan dan anggota dewan, sejumlah kepala OPD, serta Sekretaris DPRD dan jajaran staf sekretariat.

Tim LPPM Unpatti yang hadir dalam FGD ini antara lain Prof Justinus Malle selaku ketua tim, Ketua LPPM Dr Estevanus Huliselan, Dr Abraham Mariwi, dan Dr Jusuf Wattimury.

Baca Juga  Postingan yang Viral Klaim Netanyahu Minta Persetujuan Hukum untuk Ambil Organ Orang Palestina

Pihak LPPM Unpatti menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dampak serius aktivitas penambangan terhadap keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan hidup masyarakat sekitar.

Dampak Lingkungan Jadi Perhatian Serius Lembaga Politik

Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun menegaskan, diskusi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya terstruktur dan sistematis untuk menyusun pengawasan terhadap penambangan ilegal, khususnya di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

“Kami ingin pengelolaan sumber daya alam ke depan menjadi lebih baik. DPRD sebagai lembaga politik dengan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran, harus punya basis ilmiah untuk bertindak,” tegas Watubun yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku.

No More Posts Available.

No more pages to load.