Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang menjadi ruh utama kegiatan.
Jika dikemas secara konsisten dan dipromosikan dengan baik, Mandi Safar dan Buka Sasi Negeri Kawa berpeluang masuk dalam Calendar of Events Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan.
Dulang kuliner sepanjang 135 meter dan keterlibatan UMKM menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat bergerak lebih jauh: dari ruang adat menuju panggung pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada akhirnya, kekuatan Mandi Safar dan Buka Sasi bukan hanya terletak pada kemeriahan acaranya, tetapi pada kemampuan masyarakat Kawa menjaga warisan leluhur sekaligus mengubahnya menjadi peluang bagi generasi hari ini dan masa depan.
(Josian Kakisina)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









