Porostimur.com, Piru – Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi di Negeri Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat dan kearifan lokal, tetapi juga berkembang menjadi panggung promosi kuliner serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu daya tarik yang mencuri perhatian dalam pelaksanaan tradisi tahun ini adalah dulang kuliner sepanjang 135 meter yang disiapkan secara gotong royong oleh sembilan RT di Negeri Kawa.
Beragam makanan khas Kawa tersaji dalam dulang tersebut. Bukan sekadar jamuan bagi masyarakat dan pengunjung, sajian kuliner itu menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan ungkapan syukur masyarakat dalam merawat tradisi leluhur.
Kehadiran dulang kuliner tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Negeri Kawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama dengan sektor ekonomi kreatif.
UMKM Ikut Ambil Bagian
Kemeriahan Mandi Safar dan Buka Sasi semakin terasa dengan keterlibatan tiga kelompok UMKM kuliner yang ikut memamerkan sekaligus menjual berbagai makanan tradisional kepada pengunjung.
Partisipasi pelaku UMKM membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk kuliner lokal secara langsung kepada pengunjung, sekaligus menciptakan peluang ekonomi dari kegiatan budaya yang digelar secara rutin.









