Empat Warga Lisabata Tertembak, Siapa di Balik Tembakan?

oleh -44 Dilihat
Bentrokan antara warga Negeri Lisabata dan Negeri Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026), tidak hanya meninggalkan kerusakan material dan ketegangan sosial di antara dua komunitas.

“Kalau ada yang menuduh selongsong peluru itu milik warga Lisabata, itu harus dibuktikan. Faktanya justru ada empat warga Lisabata yang menjadi korban tembakan dan satu harus dirujuk ke Ambon untuk operasi,” kata Abubakar, Minggu (13/9/2026).

Empat Korban dan Teka-teki Sumber Tembakan

Keempat warga Lisabata yang dilaporkan menjadi korban adalah Kamil Pulu, Mochlis Pattilouw, Samsul Pulu dan Julfikar Ohorela. Kamil sempat menjalani perawatan di RSUD Piru, sedangkan Mochlis Pattilouw dirujuk ke RSUP Leimena Ambon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara Samsul Pulu dan Julfikar Ohorela menjalani perawatan di kampung halaman.

Kepolisian sebelumnya menyebut empat warga tersebut mengalami luka akibat tembakan senapan angin atau senapan tabung. Keterangan ini menjadi penting karena di tengah masyarakat juga berkembang spekulasi mengenai penggunaan senjata api dalam bentrokan, terlebih setelah ditemukan benda yang diduga sebagai selongsong peluru di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga  Siapkan Bantuan untuk Warga Lisabata-Patahuwe, FPSB: Konflik Tak Berubah Jadi Kebencian

Di titik inilah penyelidikan aparat menjadi sangat menentukan. Jika benda tersebut benar merupakan selongsong amunisi, maka pemeriksaan lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui jenis dan karakteristiknya, termasuk apakah terdapat keterkaitan dengan senjata tertentu. Demikian pula dengan luka yang dialami para korban, yang idealnya dapat menjadi bagian dari rangkaian bukti untuk membantu menjelaskan jenis senjata yang digunakan dan arah sumber tembakan.

Artinya, pertanyaan mengenai siapa yang menembak empat warga Lisabata tidak dapat dijawab hanya melalui dugaan atau tudingan yang berkembang di lapangan. Pemeriksaan barang bukti, keterangan saksi, kondisi lokasi kejadian, serta bila diperlukan pemeriksaan balistik, menjadi penting untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara benda yang ditemukan dengan luka para korban.

No More Posts Available.

No more pages to load.