FGD Dorong Model Collaborative Digital Governance untuk Perencanaan Desa Inklusif di Banda

oleh -270 views
Ketua Tim Peneliti, Dr. Mike J. Rolobessi, menjelaskan bahwa pembangunan desa saat ini membutuhkan pendekatan tata kelola yang lebih kolaboratif, seiring dengan perkembangan teknologi digital yang membuka ruang partisipasi lebih luas.

FGD dipandu oleh moderator Muklis Fataruba, S.Sos., M.Si., yang mengarahkan jalannya diskusi serta membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan dalam perencanaan pembangunan desa.

Sejumlah peserta menyoroti perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi, penguatan akses digital masyarakat, serta mekanisme kolaboratif yang mampu menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah desa.

Camat Tekankan Pendekatan Inovatif

Camat Kepulauan Banda, Rusdy Saiman, S.Sos., memberikan apresiasi atas pelaksanaan FGD yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan.

Ia menegaskan bahwa tantangan geografis Banda membutuhkan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif agar kebijakan pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Kami menyambut baik kegiatan penelitian dan FGD ini karena memberikan ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Tantangan pembangunan di wilayah kepulauan seperti Banda membutuhkan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif,” ujar Rusdy.

Baca Juga  Kuasa Hukum RMD Desak Penyidik Segera Beri Kepastian Hukum Usai Terbitnya P-20

“Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.