FGD Dorong Model Collaborative Digital Governance untuk Perencanaan Desa Inklusif di Banda

oleh -271 views
Ketua Tim Peneliti, Dr. Mike J. Rolobessi, menjelaskan bahwa pembangunan desa saat ini membutuhkan pendekatan tata kelola yang lebih kolaboratif, seiring dengan perkembangan teknologi digital yang membuka ruang partisipasi lebih luas.

Rusdy juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, serta warga di wilayah dengan keterbatasan akses.

Arahkan pada Rekomendasi Kebijakan

FGD ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi model tata kelola kolaboratif berbasis digital yang dapat diterapkan dalam proses perencanaan pembangunan desa di Kecamatan Kepulauan Banda.

Hasil penelitian nantinya akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan Collaborative Digital Governance, pembangunan desa di Banda diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat, memperkuat transparansi, serta mewujudkan pembangunan yang adil dan inklusif bagi seluruh warga.

(Richard Solissa)

Baca Juga  Setelah Puluhan Tahun Tertunda, Blok Abadi Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi pada 2027

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.