Porostimur.com | Sanana: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Sanana melakukan unjuk rasa di depan kantor bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Senin (21/6/2021).
Dalam aksinya, mereka mendesak Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus untuk menolak penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing) di perairan Kepsul.
Menurut massa aksi, Kepsul secara maritim, memiliki laut yang begitu luas serta ikan yang begitu banyak. Bahkan perairan Kepsul tercatat sebagai wilayah penghasil ikan tuna terbanyak, akan tetapi tidak nelayan lokal tidak pernah merasakan sejahtera dengan adanya hasil laut.
“Tujuan aksi kami pada hari ini, yaitu: mendesak kepada bupati untuk menolak penangkapan ikan secara ilegal, sehingga bisa mensejahterakan nelayan lokal,” ucap Raski Soamole, salah satu peserta aksi, saat diwawancarai porostimur com.
Raski memaparkan, penangkapan ikan secara ilegal oleh nelayan asing yang mengunakan jaring pukat harimau dan dengan jumlah yang banyak, tentunya nelayan lokal terpaksa harus bertahan hidup dengan keadaan yang ada, dengan kata lain, pendapatan nelayan kecil menurun.
Selain mendesak bupati untuk menolak ilegal fishing, massa aksi juga mendesak bupati agar segera mengevaluasi kinerja kepemimpinan bupati dan wakil bupati sebelumnya, yakni Hendrata Thes dan Zulfahri Duwila (HT-ZADI) terkait dengan kasus-kasus pembangunan yang tidak dapat diselesaikan.









