Mantan bek Barcelona dan Arsenal itu mengatakan, para pemainnya mungkin kesulitan menghadapi intensitas pertandingan, mengingat Albania hanya pernah bermain di satu turnamen besar sebelumnya, Euro 2016.
“Setelah Anda terbiasa bermain di kompetisi seperti ini, segalanya akan menjadi mudah,” kata Sylvinho.
Sylvinho pun memberi contoh dirinya sendiri. “Contohnya saya, saya sudah terbiasa bermain di Liga Champions ketika saya masih menjadi pemain. Saya tahu apa yang bisa saya harapkan di malam hari ketika kami bermain melawan Real Madrid, Milan, dan Juventus,” ujarnya.
Menurutnya, ketika tidak biasa bermain di kompetisi level tinggi, maka seorang pemain akan kesulitan bermain.
“Ketika Anda tidak terbiasa bermain di kompetisi seperti ini, Anda tidak tahu apa yang diharapkan untuk Anda mainkan. Yang pertama akan sulit. Sekarang tidak akan ada masalah dengan emosi yang terlibat,” ujarnya.
Bajrami menjadi orang Albania kedua yang mencetak gol di Euro, setelah Armando Sadiku pada 2016. (red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









