Hanubun: Pinjaman SMI Jangan Lagi Diperdebatkan, Mari Kita Kawal Penggunaanya

oleh -59 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, telah resmi menerima kucuran pinjaman Rp 100 milyar dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Hal ini pun menuai kotroversi di kalangan masyarakat, namun pinjaman ini semata-mata hanya untuk mempercepat pembangunan konektifitas pembangunan jalan di daerah ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun dalam jumpa pers di Langgur, Selasa (23/11/21).

“Dari lubuk hati yang dalam, saya meminta agar pinjaman SMI jangan lagi menjadi sebuah polemik yang harus diperdebatkan seolah olah ini sesuatu yang luar biasa,” pinta Hanubun.

“Bukankah dengan pinjaman ini untuk pembuatan jalan serta konektifitas, akan mempermuda roda ekonomi masyarakat, karena akses lebih muda dan biaya trasportasi pun akan menurun,” tegasnya.

Baca Juga  Difinubun: Pulau Kei Besar Mirip Kapal yang Terang di Malam Hari Karena Karya Besar Hanubun

Hanubun bilang, pinjaman SMI, Rp100 milyar, akan siap dipergunakan untuk pembangunan jalan, untuk dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat Malra, baik yang berdominsili di Malra maupun di luar daerah agar kiranya sama-sama mengawal seluruh proses penggunaan dana tersebut, sehingga terhindar dari spekulasi dan monopoli.

Menurut Hanubun, Pemda Malra kedepan akan menggandeng pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Tual melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU), sehingga setiap langkah maupun keputusan yang diambil sesuai ketentuan dan mekanisme yang ada.

Hanubun berjanji akan berusaha memperjuangkan konektivitas di bumi Lar Vul Ngabal, termasuk jalan lingkar trans Kei Besar.

“Di hadapan Pak Presiden pada beberapa waktu yang lalu terkait jalan trans Kei Besar, maka kedepan saya akan fokus lagi ke Kementerian PUPR, untuk segera menindak lanjutinya, sehingga pada tahun 2023, jalan lingkar Kei Besar sudah dapat terealisasi,” terang Hanubun.

Baca Juga  Kepala Bappenas RI Tinjau PPN Kota Tual

“Jangan lagi ada multi tafsir seolah-olah pinjaman SMI ini hanya fokus untuk wilayah selatan dan utara barat saja. Itu sangat keliru, karena pemerintahan saat ini akan fokus untuk pemerataan di wilayah Kei Besar, namun semua itu butuh proses dan kesabaran,” tegasnya.

Hanubun menambahkan, pentingnya akselarasi adalah sebuah tekad agar kita segera keluar dari keterpurukan dan keterbatasan pembangunan.

Olehnya itu guna percepatan pembangunan di Kabupaten Malra, khususnya pembangunan jalan, dirinya mengharapkan keiklasan doa dari seluruh rakyat Malra, sehingga percepatan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.