Uni Eropa
Prancis dan Uni Eropa juga menahan diri dari mendukung penuh resolusi hari antiislamofobia. Di benua itu, saat ini ada 21 negara yang memiliki aturan pembatasan hijab. Kebanyakan melarang burqa dan niqab, lainnya melarang jilbab di institusi pendidikan publik. Prancis juga belakangan mengeluarkan kebijakan antiseparatis yang menyasar komunitas Muslim dan masjid-masjid di negara itu. Sementara sentimen anti-Muslim di benua itu menguat seiring meningkatnya aliran politik sayap kanan belakangan.
Cina
Republik Rakyat Cina ikut mendukung resolusi Hari Melawan Islamofobia di majelis umum PBB. Meski begitu, bukan rahasia bahwa negara tersebut juga dituding tengah melakukan genosida budaya di Xinjiang. Laporan berbagai lembaga HAM, serta kesaksian Republika di wilayah itu, Muslim Uighur tak boleh menjalankan ajaran agama mereka dengan ancaman dimasukkan ke kamp-kamp vokasional. Masjid-masjid juga disebut dihancurkan di wilayah tersebut. Seluruh tindakan itu diselimuti kebijakan perang melawan terorisme Beijing di Xinjiang.
Amerika Utara
Tahun demi tahun, laporan soal meningkatnya kejadian pelecehan terhadap umat Islam di Amerika Serikat dan Kanada terus bermunculan. Aksi teroris yang mengatasnamakan Islam pada 9 September 2021 di New York dan menewaskan ribuan orang berperan besar menimbulkan sentimen Islamofobia di negara tersebut. Polarisasi antara paham liberal dan konservatisme Kristen di negara itu juga berperan memanas-manasi kebencian terhadap Muslim. Kanada juga belakangan diwarnai maraknya Islamofobia.




