Hijrah Jiwa dan Gerakan Raga di Tanah Manise

oleh -250 views

Oleh: Abu Rery, Pengajar Di MTSN Batumerah Ambon

Di antara kota-kota di Indonesia, Ambon, Maluku, memiliki populasi muslim yang cukup besar. Menurut data Dukcapil Kemendagri, pada tahun 2021, 52,81% dari total penduduk Maluku beragama Islam, atau sekitar 990,5 ribu jiwa. Sementara itu, di Kota Ambon, 40,47% penduduknya memeluk Islam, atau sekitar 136.783 jiwa. Dengan populasi muslim yang besar, Ambon menjadi salah satu pusat peradaban Islam di Indonesia Timur.

Mayoritas penduduk Kota Ambon yang beragama Islam melahirkan generasi muda yang haus akan ilmu agama. Gerakan hijrah mulai ramai dan marak di Kota Ambon sejak tahun 2018. Warung kopi klasik hingga modern di Kota Ambon disulap menjadi tempat ngaji yang menarik dan menyenangkan bagi anak muda. Hal ini sangat positif karena kajian agama yang dulunya hanya ada di tempat-tempat formal kini menjadi lebih santai dan tidak kaku dengan diadakan di tempat tongkrongan anak muda.

Baca Juga  Dankodaeral IX Uji Langsung Kemampuan Menembak PJU dan Kasatker di Ambon

Di Kota Ambon, maraknya kajian-kajian kekinian tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi dan sosial-politik. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya kesadaran umat Islam akan pentingnya mencari dan menggali ilmu agama. Kesadaran ini dipicu oleh gerakan hijrah yang marak di Kota Ambon. Anak-anak muda yang hijrah menyadari bahwa hijrah adalah jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mereka pun kemudian mengikuti berbagai macam kajian-kajian kekinian untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan keimanan mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.