Hijrah Jiwa dan Gerakan Raga di Tanah Manise

oleh -259 views

Makna Dan Sejarah Hijrah  

Kata “hijrah”(هِجْرَةٌ) bukan sekadar berpindah, ia terjalin dari benang “hajara,”(هَجَرَ) sebuah kata yang menggetarkan. Kata yang berbisik tentang pengasingan, tentang memutuskan ikatan tak lagi sehat, tentang terik matahari yang membakar, memaksa jiwa mencari penyejuk di bawah naungan kebenaran. Di tahun ke-13 kenabian, sebuah hijrah mengguncang Mekkah, menggema hingga Madinah. Bukan hanya langkah kaki, namun jiwa yang berpindah, meninggalkan belenggu syirik menuju pelukan iman. Sebuah perjalanan suci, mendirikan peradaban baru, peradaban Islam yang teguh. Hijrah bukan sekadar tempat, ia gemabisikan suara Ilahi. Ia desakkan meninggalkan kegelapan, menuju cahaya al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Ia pendekar melawan nafsu, juru bicara ketaatan, pejuang ketakwaan. Setiap hijrah adalah fajar, menyingsing di ufuk hati. Ia langkah teguh menjemput ridha Ilahi, meninggalkan bisikan duniawi yang fana. Setiap hijrah adalah syair, ditulis dengan tinta keikhlasan, dibacakan dengan suara keteguhan. Di dada terpatri Mekkah, kota kenangan, di jiwa berkobar Madinah, kiblat keimanan. Hijrah bukan lari, namun merengkuh keduanya, memeluk erat esensi Islam tak peduli ruang dan waktu.

No More Posts Available.

No more pages to load.