Ia bahkan melanjutkan dengan pernyataan bernada penghinaan. “Rakyat Israel sedang membasmi kejahatan. Selamat untuk kita. Saya sangat menghargai Al-Quran, tetapi hanya jika seperti ini,” kata pelaku sambil terus membakar kitab tersebut.
Terjadi Jelang Ramadan
Insiden pembakaran Al-Quran ini terjadi hanya beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadan, ketika umat Muslim di berbagai negara bersiap menjalankan ibadah puasa. Momentum tersebut membuat aksi tersebut dinilai sangat provokatif dan berpotensi memicu ketegangan baru.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun kelompok-kelompok Yahudi terkait insiden tersebut. Ketiadaan respons resmi semakin menambah kritik dari berbagai pihak yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penodaan agama dan provokasi terbuka terhadap umat Muslim.
Peristiwa ini menambah daftar ketegangan yang terus meningkat di Yerusalem dan wilayah Palestina, khususnya menjelang Ramadan, ketika isu kebebasan beribadah dan akses ke tempat-tempat suci kembali menjadi sorotan utama.
sumber: sindonews










