Houthi Klaim Kuasai Pulau Perim, Kendali Selat Bab al-Mandab Terancam

oleh -15 Dilihat
Pasukan keamanan berjaga saat kelompok Houthi berkumpul di Alun-alun Sabeen untuk menggelar demonstrasi guna mendukung pernyataan pemimpin Houthi di Yaman, Abdul Malik al-Houthi, di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026. Foto/Mohammed Hamoud/Anadolu Agency

Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur penting dalam jaringan perdagangan global. Gangguan terhadap keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan barang dan energi yang menggunakan jalur Laut Merah menuju dan dari Samudra Hindia.

Selain Pulau Perim, sumber militer tersebut menyebut Houthi juga telah merebut Dhubab, kota pesisir di Provinsi Taiz yang menghadap langsung ke Selat Bab al-Mandab.

Penguasaan Dhubab disebut memaksa pasukan pemerintah Yaman mundur menuju Provinsi Lahij di bagian barat daya.

Dengan posisi Perim dan Dhubab, Houthi disebut semakin memperkuat pijakannya di sepanjang pesisir yang menghadap jalur strategis Bab al-Mandab.

Houthi Perluas Pengaruh di Pesisir Laut Merah

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pergerakan Houthi di wilayah barat Yaman.

Baca Juga  PPPK SBB Dikaitkan dengan Pengelolaan Media, Sekwan dan Inspektorat Diminta Buka Data

Kelompok tersebut disebut telah menguasai wilayah Provinsi Al-Hudaydah setelah memasuki Hays dan Al-Khawkhah.

Houthi juga dilaporkan terus bergerak di bagian barat Provinsi Taiz dan merebut sejumlah kota pesisir di sepanjang Laut Merah, termasuk Mokha.

Pergerakan tersebut secara bertahap memperluas jangkauan Houthi hingga mendekati kawasan Bab al-Mandab.

Di sisi lain, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan masih mencatat kemajuan di Provinsi Al-Jawf bagian utara dan bergerak mendekati Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.