Sebab, ukuran paling penting adalah sejauh mana pembangunan tersebut mampu menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sampah 176 Ton Sehari, Air Bersih dan Kemacetan Masih Menghantui
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah masalah lingkungan.
Pemkot Ambon mencatat volume sampah yang harus ditangani mencapai sekitar 176,39 ton setiap hari.
Besarnya produksi sampah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dari penyelesaiannya.
Karena itu, tema HUT ke-451 Kota Ambon, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, menurut Wattimena bukan sekadar slogan.
Makna “Ambon Bersih”, kata dia, juga harus dimaknai lebih luas, termasuk kebersihan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik dan perilaku masyarakat.
“Marilah kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar program,” tegas Wattimena.
Persoalan lain yang masih membutuhkan perhatian adalah kebutuhan air bersih.
Melalui Perumda Tirta Yapono, Pemkot Ambon telah mengembangkan jaringan perpipaan sekitar 12.126 meter di 14 lokasi, termasuk pembangunan sumur dalam.
Pada semester pertama 2026, tercatat tambahan sekitar 659 pelanggan sehingga jumlah pelanggan mencapai sekitar 14.770.









