Para tetangga yang melihat kondisi korban dalam keadaan lemas langsung membawa mereka ke RSUD Saparua.
Sempat dilakukan pertolongan dari pukul 10.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT. Namun nyawa ibu dan dua anaknya itu tak tertolong.
“Suami korban menerima peristiwa kematian istri dan kedua anaknya sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” kata Janete.
Racun ikan buntal lebih bahaya dari sianida

Ikan buntal termasuk salah satu spesies ikan unik yang bisa kita temukan di perairan Indonesia. Ikan buntal memiliki kandungan racun yang menempatkannya sebagai salah satu bahan makanan paling berbahaya di dunia. Jika dihidangkan dengan cara salah, maka keselamatan nyawa pun akan terancam.
Mengutip National Geographic, ikan buntal identik dengan kelambatannya dalam berenang. Guna melindungi diri, mereka memiliki tubuh berduri. Jadi ketika ada mangsa, mereka langsung mengubah dirinya membentuk bola berduri tajam. Tetapi, beberapa predator ikan yang memangsa lalu memakan ikan buntal, seringkali langsung mati, sebab toksin ikan buntal juga membunuh predatornya.
Sejumlah ilmuwan pun setuju, toksin atau racun ikan buntal lebih berbahaya dari sianida. Ya, dalam seekor ikan, setidaknya mengandung 1.200 kadar racun tetrodotoxin. Disebut lebih beracun dan mematikan daripada sianida. Sebab konsumsi satu ikan buntal bisa menewaskan 30 manusia dewasa sekaligus.











