Ikut KLB Sibolangit, Ini Alasan Marcus Pentury Cs

oleh -382 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Setelah mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara, sejumlah orang yang kini telah dilaporkan oleh DPD Partai Demokrat ke Polda Maluku menggelar konferensi pers pada, Jumat (12/3/2021).

Konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Marcus Pentury ini berlangsung di Rumah Kopi Joas, Kota Ambon.

Dirinya mengatakan bahwa KLB yang dilaksanakan di Deli Serdang dikarenakan para kaders menilai bahwa Kongres V yang berlangsung di Jakarta tidak demokratis dan bertentangan dengan AD/ART Partai Demokrat 2005.

“Kongres V tidak membahas rancangan perubahan AD/ART sehingga penetapan dan pengesahan perubahan AD/ART 2020 adalah tidak sah dan inkonstitusional”, ujarnya.

Selain itu Marcus menuturkan, pemilihan Ketua Umum AHY dalam Kongres V di Jakarta dilakukan secara tidak sah dan inkonstitusional.

“Rancangan perubahan AD/ART yang kemudian ditetapkan secara tidak sah dan inkonstitusional; secara material (pasal-pasal tentang majelis tinggi dan hak suara) bertentangan dan tidak demokratis serta menjadikan Partai Demokrat sebagai partai monarki, oligarki dan tirani”, paparnya.

Baca Juga  Lepas Ekspor Tuna asal Maluku ke Jepang, Menteri Edhy Sebut Pemerintah Serius Soal LIN

Pentury mengatakan evaluasi kinerja partai demokrat juga dinilai menurun baik dalam perolehan kursi, perolehan suara, maupun elektabilitas partai dan para pendiri dan senior Partai Demokrat juga menilai SBY melakukan wanprestasi terhadap komitmen awal yang dibangun bersama.

Dirinya mengatakan keiku tsertaan sejumlah orang pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Medan karena Kongres V di Jakarta dinilai melanggar kaidah demokrasi yang merupakan dasar dari Undang-Undang tentang partai politik dan merupakan gerakan hati nurani untuk melawan tirani.

“Kongres Luar Biasa (KLB) di Medan merupakan gerakan hati nurani untuk melawan tirani dan bertujuan mengembalikan Partai Demokrat menjadi partai yang demokratis, yang menjunjung tinggi kaidah-kaidah demokrasi”, ungkapnya.

Baca Juga  Sosialisasi bahaya B3, Polda terima 6,6 kg mercuri

Pentury menjelaskan dalam KLB ini telah ada beberapa hal yang dibahas, diputuskan dan ditetapkan, antara lain:

  1. Kembali Kembali ke AD/ART tahun 2005, dengannya menganulir keberadaan majelis tinggi dan melakukan penyesuaian-penyesuaian sesuai Undang-Undang partai politik.
  2. Menyatakan demisioner kepengurusan hasil Kongres V di Jakarta, dengannya menganulir AHY sebagai Ketua Umum serta memilih bapak Jendral Dr. Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru menggantikan AHY secara demokratis melalui voting terbuka, dimana semua utusan daerah dan cabang yang adalah para pengurus Partai Demokrat pada tingkatannya sebagai unsur peserta yang bersama DPP, pendiri dan unsur lainnya telah menggunakan hak suaranya secara konstitusional.
  3. Menugaskan kepengurusan hasil KLB Sumatera Utara untuk melakukan langkah-langkah strategis bersama seluruh kader dalam rangka mengembalikan kejayaan partai demokrat dengan menjadikan Partai Demokrat sebagai partai pemenang Pemilu pada 2024 baik pada pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres).
Baca Juga  Awkarin Ikut Demo Tolak Reklamasi Bali, Jerinx SID Beri Dukungan

Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu juga menandaskan, KLB di Deli Serdang telah selesai dan hasilnya telah disampaikan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk disahkan dan meminta Kemenkum HAM untuk menganulir hasil Kongres V di Jakarta karena bertentangan dengan kaidah demokrasidemokrasi. Padahal pada kenyataannya, mereka belum mendaftar ke Kemenkum HAM.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berpolemik yang berpotensi memecah belah agregasi sosial apalagi sampai menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Saya mengajak semua pihak untuk menahan diri, kita menunggu keputusan menteri hukum dan HAM”, ajaknya. (alena)