Indonesia Emas dan Anak Muda yang Cemas

oleh -19 Dilihat
Ansori

Saya tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan bahwa generasi sekarang lebih lemah daripada generasi sebelumnya. Setiap zaman memiliki kesulitannya sendiri. Generasi terdahulu berjuang melawan kemiskinan, keterbatasan pendidikan, dan ketidakpastian hidup. Generasi sekarang menghadapi persoalan yang berbeda, meskipun sebagian beban lama masih mereka warisi.

Yang membuat saya terusik justru kemungkinan bahwa kita sedang mewariskan cita-cita besar kepada anak-anak muda, tanpa cukup memastikan bahwa mereka memiliki bekal psikologis, sosial, dan ekonomi untuk menjalaninya.

Kegelisahan itu kemudian berubah ketika saya menemukan data. Rupanya, pertanyaan yang semula terasa pribadi memiliki gema yang jauh lebih luas.

Ada sesuatu yang perlu kita dengarkan

Laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 memberikan gambaran yang tidak bisa kita abaikan. Sekitar 34,9 persen remaja Indonesia berusia 10–17 tahun, setara dengan sekitar 15,5 juta anak, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan yang diteliti. Sekitar 5,5 persen, atau 2,45 juta remaja, memenuhi kriteria gangguan mental dalam periode yang sama. Kecemasan menjadi salah satu persoalan utama yang ditemukan dalam survei tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.