Angka ini memang bukan ukuran kebahagiaan. Kelompok NEET juga tidak identik dengan pengangguran terbuka, sebab definisinya mencakup orang yang berada di luar pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan. Di dalamnya bisa terdapat beragam situasi, termasuk tanggung jawab pengasuhan, keterbatasan akses, atau hambatan lain untuk memasuki dunia kerja dan pendidikan.
Namun, data ini mengajak kita mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: berapa banyak anak muda yang belum menemukan jalan untuk mengembangkan potensinya?
Berapa banyak yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi masih kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai? Berapa banyak yang ingin melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan, tetapi terbentur biaya dan akses? Berapa banyak yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi tidak mempunyai jejaring atau kesempatan untuk membuktikannya?
Kita tidak boleh menjawab semua persoalan itu dengan kalimat, “Anak muda sekarang kurang berusaha.”
Tentu, kemauan, disiplin, dan ketekunan tetap penting. Tetapi, kerja keras tidak selalu menghasilkan kesempatan yang sama bagi setiap orang. Ada persoalan yang harus diselesaikan melalui kebijakan pendidikan, penciptaan lapangan kerja, penguatan keterampilan, pemerataan akses, dan hubungan yang lebih baik antara dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.









