“Fokus utama sebagai insan Polri selama pilkada adalah menjaga keamanan dan ketertiban di setiap seluruh tahapan pemilu. meminta seluruh anggota untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan, provokasi, maupun konflik,” ujar Stephen.
Wakapolda mengatakan, tindakan persuasif akan diambil apabila yang bersangkutan tidak mampu mengatasi tekanan maka masyarakar langsung melapor ke Kapolres agar dinonaktifkan sementara dan dikembalikan setelah tahapan Pilkada.
“Kita juga akan represif apabila memang kedapatan tidak netral, maka itu kita langsung mengamankan ke Polda dan akan dilakukan pendalaman sampai pada yang lebih berat dari pada itu,” tegas Stephen.
Dia menjelaskan, kehadirannya ke Kepsul atas perintah Kapolda Malut, Irjen Pol. Midi Siswoko untuk untuk memberikan arahan kepada semua anggota agar bersikap netral selama pengamanan Pilkada. “Ini perintah Pak Kapolda jadi anggota tidak bisa terlibat politik,” jelasnya.
Lebih jauh, Stephen menjelaskan, setiap anggota Kepolisian harus mengedepankan atau melakukan pendekatan preventif melalui kegiatan patroli, pengawasan maupun koordinasi baik dengan pihak penyelenggara Pilkada seperti Komisi Pemilihan Umum, KPU dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).









