Dosa yang tidak diampuni Allah SWT adalah syirik. Dalam buku Ahl Al-Kitab: Makna dan Cakupannya dalam Al-Qur’an karya Prof Muhammad Galib M, syirik secara literal mengandung pengertian menjadikan seseorang atau sesuatu sebagai sekutu. Sedangkan secara terminologi, syirik artinya membuat atau menjadikan sesuatu selain Allah SWT sebagai tambahan, objek memujaan dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan.
Dalam Al-Qur’an, musyrik atau syirik disebutkan sebanyak 168 kali dalam beberapa ayat dan surat terpisah.
Dalam surah An-Nisa’ ayat 48, Allah SWT berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا – 48
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”
Kemudian dalam surah Al-Ma’idah ayat 72, Allah SWT berfirman,
… اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ – 72
Artinya: “Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”










