Ada dosa yang tidak diampuni Allah SWT dan paling besar bahayanya. Allah SWT menegaskan perkara ini melalui ayat-ayat Al-Qur’an.
Manusia menjadi tempatnya salah, jadi wajar jika seseorang melakukan salah yang menyebabkan dosa. Sebagai Dzat yang maha pengampun, Allah SWT akan mengampuni setiap dosa hamba-Nya jika ia bertobat dengan sungguh-sungguh.
Meskipun Allah SWT Maha Pengampun, ada dosa besar yang tidak diampuni. Dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
إِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ فَذَكَرَ مِنْهَا الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَدْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
Artinya: “Jauhilah tujuh perkara yang merusak!” Lalu beliau SAW menyebutkan, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuali karena alasan yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba, meninggalkan medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah berzina.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Awanah, dan Nasa’i)
Melalui hadits ini, Rasulullah SAW menjelaskan deretan dosa besar yang tidak diampuni. Dari perbuatan tersebut, dosa syirik atau musyrik menjadi perbuatan yang paling besar dosanya.










