CEE disebut masih cenderung mengedepankan “ketidakjelasan dan penyangkalan”, sementara Vatikan dinilai menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada para uskup di Spanyol.
Investigasi juga menemukan pola berulang, di mana imam yang dituduh sering dipindahkan antar paroki atau bahkan ke luar negeri, termasuk ke kawasan Amerika Latin, tanpa proses hukum yang jelas.
Dalam sejumlah kasus, ordo religius disebut tetap memberikan akses kepada pelaku terhadap anak-anak meski telah mengetahui adanya dugaan pelanggaran.
Sorotan Global Kasus Pelecehan
Temuan ini memperkuat hasil survei tahun 2023 oleh komisioner HAM Spanyol yang memperkirakan sekitar 1,13 persen populasi dewasa—atau sekitar 440.000 orang—pernah mengalami pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik.
Kasus serupa juga terjadi di negara lain, termasuk Amerika Serikat, di mana Keuskupan Brooklyn tengah mengupayakan penyelesaian terhadap sekitar 1.100 kasus pelecehan anak.
Sementara itu, pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, dilaporkan telah menerima laporan investigasi tersebut menjelang rencana kunjungannya ke Spanyol pada Juni mendatang. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait temuan tersebut.
Kasus ini kembali memicu perhatian global terhadap penanganan dugaan pelecehan seksual di institusi keagamaan, serta tuntutan transparansi dan keadilan bagi para korban.










