Misi Iran menilai referensi tentang kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan RAF Fairford di Inggris, sebagai eskalasi serius.
“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka,” tulis Iran, seraya memperingatkan risiko nyata agresi militer yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.
Teheran mendesak Dewan Keamanan PBB dan Guterres untuk bertindak tanpa penundaan guna mencegah ancaman kekuatan dinormalisasi sebagai alat kebijakan luar negeri.
Penumpukan Militer dan Opsi Serangan Terbatas
Sementara itu, laporan The Washington Post menyebutkan pemerintahan Trump tampak bersiap untuk kemungkinan serangan militer berkepanjangan terhadap Iran. Trump sebelumnya mengatakan 10 hingga 15 hari merupakan waktu yang cukup bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Namun negosiasi masih menemui jalan buntu. Iran menolak membahas tuntutan AS dan Israel agar membatasi program rudal balistik serta memutus hubungan dengan kelompok bersenjata sekutunya di kawasan.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Trump tengah mempertimbangkan serangan terbatas terhadap target militer dan pemerintah Iran guna menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan nuklir. Serangan itu disebut dirancang untuk meningkatkan tekanan tanpa memicu perang skala penuh.










