Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata, Tewaskan Warga Sipil

oleh -252 views
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah selatan Lebanon, hanya sehari setelah kedua pihak menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari.

Militer Israel bahkan mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di sembilan desa, di antaranya Qaaqaaiyet, al-Snoubar, Kaouthariyet al-Saiyad, al-Marwaniyah, dan al-Ghassaniyah.

Tak hanya serangan udara, artileri berat juga dilaporkan menghantam wilayah Kfar Tebnit, Arnoun, hingga jalur penghubung antara kedua daerah tersebut.

Israel Targetkan Infrastruktur Hizbullah

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur milik Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

Di sisi lain, Israel juga mengonfirmasi satu perwiranya tewas akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) di Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5/2026).

Negosiasi Terancam Terganggu

Perpanjangan gencatan senjata ini sejatinya bertujuan membuka jalur keamanan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Mei 2026.

Baca Juga  Kemarau Ganggu Irigasi Matakabo, 185 Hektare Sawah di SBT Terancam Gagal Panen

Putaran lanjutan pembicaraan antara kedua pihak juga direncanakan berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 2026 di Washington.

Namun, mengutip laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pihak Hizbullah disebut menolak proses negosiasi tersebut. Penolakan ini dipicu oleh masih berlangsungnya serangan Israel serta dugaan pendudukan sebagian wilayah Lebanon sejak gencatan senjata sebelumnya yang seharusnya berlaku pada 17 April 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.