Porostimur.com, Beirut – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah selatan Lebanon, hanya sehari setelah kedua pihak menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari.
Serangan Terjadi di Tengah Upaya Perdamaian
Sebelumnya, delegasi Lebanon dalam pertemuan di Washington pada April 2026 menyambut baik perpanjangan gencatan senjata tersebut. Pemerintah Lebanon berharap kesepakatan itu mampu membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang.
“Perpanjangan gencatan senjata dan pembentukan jalur keamanan yang difasilitasi AS memberikan ruang bernapas yang penting bagi warga negara kita,” demikian pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Lebanon.
Namun, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi. Dilaporkan oleh Al Jazeera, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan udara di kota Tayr Falsayh, Distrik Tyre. Korban terdiri dari seorang perempuan, anaknya, serta seorang tenaga medis.
Selain itu, lima warga sipil lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.
Serangan Meluas ke Sejumlah Wilayah
Serangan udara Israel juga dilaporkan menewaskan pasangan suami istri di kota Haboush, Lebanon Selatan. Di lokasi lain, pemboman turut menyasar sejumlah desa, termasuk Yohmor al-Shaqif serta wilayah di sekitar Sidon dan Nabatieh.











