Ekman berharap persoalan tersebut tidak lagi menjadi sumber kesalahpahaman di antara kedua masyarakat.
Menurutnya, Tutuwawang dan Tela memiliki hubungan sosial dan kekeluargaan yang kuat sehingga setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Yang paling penting adalah katong tetap menjaga tali persaudaraan tetap utuh,” tutupnya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, aktivitas nelayan di wilayah perairan Tutuwawang diharapkan dapat berjalan dengan tertib tanpa mengganggu hubungan kekeluargaan masyarakat kedua desa.
Bagi kedua pemerintah desa, persoalan ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa perbedaan kepentingan di tingkat masyarakat tidak harus berujung pada konflik, tetapi dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, saling menghargai dan yang paling utama, menjaga persaudaraan.
(Amrosius Anamofa)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









