Jalan Ketaatan Para Sufi Menurut Ibnu Taimiyah

oleh -820 views
Kelompok sufi dan mereka yang menekuni fiqih sama-sama berhak memperoleh sebutan al-shiddiq-u.Foto/Ilustrasi: Ist

Ibnu Taimiyah dalam kitab “al-Shufiyyah wa al-Furuqa” (Cairo: al-Manar, 1348 H) melacaki sejarah munculnya kaum sufi dan paham tasawuf itu dari orientasi keagamaan yang tumbuh di kota Basrah, Irak, yang menunjukkan ciri-ciri kezuhudan yang tinggi.

Berbeda dengan para ulama kota Kuffah yang lebih banyak mencurahkan perhatian pada bidang hukum dan mengembangkan keahlian di bidang fiqih, para ulama kota Basrah menghayati agama dalam spiritualisme yang pekat dan menumbuhkan amalan-amalan guna mempertinggi pengalaman keagamaan yang mendalam.

Mereka dikenal sebagai para pengamal ubudiah (al-‘ubbad), para pengamal kezuhudan (al-zuhhad), dengan titik orientasi keagamaan yang berbeda dari para ulama Kuffah.

Namun, menurut Ibn Taimiyah, kedua kelompok itu sama-sama berhak memperoleh sebutan al-shiddiq-u, hanya saja masing-masing menempuh jalan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya menurut ijtihad yang mereka lakukan.

Tapi, lanjut Ibn Taimiyah dalam penjelasannya, karena di kalangan mereka terjadi banyak ijtihad dan perbedaan pendapat, maka masyarakat pun berselisih dalam menilai kaum sufi.

Baca Juga  Pemkot Ternate Matangkan Persiapan Rakernas XII JKPI

Sekelompok orang memandang mereka sebagai kaum pembuat bid’ah dan menyimpang dari sunnah, dan banyak dikutip orang pernyataan serupa itu dari kalangan para ulama yang sudah dikenal.

No More Posts Available.

No more pages to load.