Jangan Biarkan Hilirisasi Enau Berhenti pada Sopi

oleh -364 Dilihat

Pasarnya juga tidak otomatis menjadi lebih luas.

Bahkan untuk masuk ke pasar ekspor, produk minuman beralkohol menghadapi persyaratan yang jauh lebih kompleks, baik dari aspek perizinan, keamanan pangan, mutu, standar produk maupun ketentuan negara tujuan.

Karena itu, membangun pabrik sopi tidak boleh dianggap sebagai jalan otomatis menuju kesejahteraan petani.

Masalah Besarnya Ada pada Serapan Nira

Ada persoalan lain yang sering luput dari pembicaraan mengenai hilirisasi sopi: kapasitas penyerapan bahan baku.

Jumlah pohon enau di Maluku dan potensi nira yang dihasilkan petani tentu tidak selalu sebanding dengan kapasitas produksi sebuah pabrik.

Jika pabrik hanya mampu menyerap sebagian nira yang dihasilkan petani, lalu ke mana nira yang tersisa?

Baca Juga  Dua Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Realisasikan Pengadaan 159 Ribu Bidang Tanah

Petani tentu tidak mungkin menghentikan penyadapan begitu saja. Nira adalah produk yang cepat mengalami perubahan kualitas sehingga harus segera diolah.

Dalam situasi demikian, petani berpotensi kembali mengolah nira secara tradisional menjadi sopi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Di sinilah paradoksnya.

Kita membangun industri sopi untuk menciptakan kepastian hukum, tetapi pada saat yang sama masih menyisakan produksi tradisional yang tidak terserap industri. Ketika produksi tradisional itu berhadapan dengan hukum, petani kembali menjadi pihak yang paling rentan.

No More Posts Available.

No more pages to load.