Jangan Paksakan Rakyat Berteriak Merdeka, jika Perutnya Masih Kosong

oleh -635 views

Sepertinya belum memungkinkan kita untuk serta merta meminta konglomerasi tertentu agar ketergantungan impor gandum berkurang, tapi bisa diberikan alternatif kepada produsen tersebut untuk mengganti bahan baku gandum dengan bahan baku lokal, dengan catatan cita rasanya tidak berkurang untuk produk tepung terigu. Jika berhasil diciptakan, maka produsen tersebut diberikan insentif, misalnya dengan keringanan pajak dan sebagainya sebagai ganti dari pengurangan impor gandum. Di situlah polical will pemerintah diperlukan.

Sebetulnya banyak sekali bahan baku pangan lokal yang bisa diberdayakan seperti singkong, sukun, sorgum, mocaf, jagung, sagu dan bahan pangan lain asli daerah tertentu. Masalah sebenarnya dari persoalan pangan ada pada tingkat konsumsi. Mengapa tergantung pada konsumsi, karena konsumsi kita kurang diarahkan. Konsumsi selama ini diserahkan pada mekanisme pasar. Diversifikasi yang terjadi justru bukan ke arah pangan lokal padahal keragaman sumber bahan baku hayati Indonesia tersedia banyak sekali. Tetapi yang terjadi justru diversifikasi pangan di arahkan ke pangan impor yakni gandum.

Baca Juga  Aktivis Australia Tuduh Pasukan Israel Lakukan Kekerasan dan Pelecehan saat Misi Gaza

Masalah fokus diversifikasi yang masih ke arah pangan impor itulah yang saat ini harus menjadi concern pemerintah untuk bagaimana mengurangi atau mengerem diversifikasi ke arah pangan impor. Karena hal itu akan semakin merapuhkan ketahanan pangan nasional. Yang bisa dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah membuat pengaturan terhadap konten lokal. Bahan pangan yang berbahan baku impor gandum, komposisi gandumnya harus dikurangi. Kemudian gandum disubstitusi dengan bahan pangan lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.