Porostimur.com | Ambon: Pandemi Covid-19 membuat Cherry (24), Sherly (26), dan Tania (25) hanya bisa menghabiskan waktu di kamar kosnya di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Selama pandemi, ketiganya tak lagi bisa bekerja menjadi ladies companion (LC) karaoke.
Tiga dara asal Manado Sulawesi Utara itu tidak dapat bekerja lantaran tempat karaoke yang menjadikan ladang pekerjaannya harus tutup. Pemerintah Kota Ambon mengeluarkan kebijakan penutupan tempat karaoke untuk mencegah penularan Covid-19.
Sambil sesekali bercanda dengan temannya, salah satu LC, Sherly mengaku tabungan hasil dari pekerjaannya sudah menipis. Dia harus beralih mencari pekerjaan lain.
“So nyanda ada doi kita ne” (Saya sudah tidak punya uang). Kan karaoke masih ditutup, terpaksa uang tabungan digunakan buat makan,” ujar Sherly, Senin (15/3/2021).
Sherly menjelaskan, menjadi LC merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan untuk mencari uang. Bagaimana tidak, satu jam menemani tamu, Sherly mendapatkan uang sebesar Rp 100 ribu. Biasanya, sehari bekerja, Sherly mampu mendapatkan uang sebesar Rp 400 ribu.
“Biasanya torang baku ganti-ganti deng tamang-tamang laeng sesama LC kalo ada tamu yang datang dan ingin nge-room buat nyanyi,” terang Sherly.









