Jokowi Mengulang Sejarah Orde Baru

oleh -6 Dilihat

Untuk melegalkan praktik-praktik pembelahan yang bertentangan dengan semangat Pancasila yang bergotong royong dan bermusyawarah itu dibuatlah jargon “Saya Indonesia, Saya Pancasila.” Seolah yang tidak sama dengan Jokowi dianggap sebagai musuh negara dan distigma sebagai kelompok radikal.

Untuk membenarkan praktik pembelahan itu, tak segan kalangan Orde Baru dan Komunis Gaya Baru di sekitar istana menyewa para buzzer yang sudah tak ada lagi nurani dan akal sehatnya.

Yang terbaru dalam rangka menjerumuskan Jokowi kedalam praktik pelanggaran konstitusi, kalangan oligarki dan pejabat di sekeliling Jokowi yang meniru praktik-praktik Orde Baru dengan melanggar konstitusi, pertama mereka melemparkan isu pemunduran pemilu dan perpanjangan massa jabatan presiden, namun karena banyak penentangan, maka jargon suara rakyat dengan “big dusta” dilemparkan, seolah pemunduran pemilu adalah kehendak rakyat. Untuk kesekian kalinya suara rakyat dimanipulasi.

Baca Juga  5 Sahabat Nabi yang Kaya Raya dan Gemar Bersedekah

Di tengah semakin sulitnya kehidupan rakyat, tentu tidak masuk akal rakyat butuh pengunduran pemilu, yang dibutuhkan rakyat adalah hidup sejahtera, mendapat pekerjaan, dan upah yang layak, mudah mendapatkan sembako dengan harga murah.

Nah situasi keruntuhan Orde Baru saat itu mengalami kesamaan dengan situasi yang ada saat ini. Orang orang sekeliling Jokowi berusaha mencari muka dan menjerumuskan Jokowi.

No More Posts Available.

No more pages to load.